Sopwer Logo
Blog/PSAK 240 Properti Investasi: Pengakuan dan Pengukuran
Edukasi

PSAK 240 Properti Investasi: Pengakuan dan Pengukuran

24 Agustus 2026
Tim Sopwer Teknologi Indonesia
6 menit
Memahami PSAK 240 untuk membedakan properti investasi, aset tetap, serta penghasilan sewa dalam laporan keuangan.

Apa Itu Properti Investasi?

PSAK 240 mengatur properti berupa tanah atau bangunan, atau bagian dari bangunan, yang dimiliki untuk memperoleh rental atau kenaikan nilai, bukan untuk dipakai sendiri dalam produksi, penyediaan jasa, atau administrasi. Contohnya gedung yang disewakan kepada pihak lain dan tanah yang disimpan untuk kenaikan nilai jangka panjang. Klasifikasi ini memengaruhi pengukuran serta cara pembaca memahami aset perusahaan.

Membedakan dari Aset Tetap

Properti yang dipakai sendiri biasanya masuk PSAK 216, sedangkan properti investasi menghasilkan manfaat terutama dari sewa atau apresiasi nilai. Jika penggunaan berubah, perusahaan perlu meninjau klasifikasi dan mendokumentasikan tanggal perubahan. Keputusan tersebut sebaiknya didukung kontrak sewa, bukti penggunaan, serta kebijakan akuntansi yang konsisten.

Kontrol dan Pengukuran

Simpan register properti, lokasi, luas, status sewa, penyewa, nilai perolehan, biaya perawatan, dan hasil penilaian. Rekonsiliasi pendapatan sewa dengan bank dan buku besar membuat laporan lebih dapat dipercaya. ERP membantu menghubungkan kontrak, tagihan sewa, aset, dan laporan keuangan.

Baca PSAK 216 Aset Tetap dan PSAK 201. Untuk sistem terintegrasi, pelajari ERPNext 16 atau hubungi Sopwer.

Pertanyaan Umum

Apakah semua gedung yang disewakan masuk properti investasi?

Pada prinsipnya properti yang dimiliki untuk menghasilkan rental dapat masuk ruang lingkupnya, tetapi penilaian harus melihat penggunaan, struktur kepemilikan, dan kebijakan akuntansi yang berlaku.

Kategori: Edukasi
PSAK 240
Properti Investasi
Akuntansi
Aset

Artikel Terkait dalam Edukasi

POS Resto vs POS Retail: Perbedaan Fitur dan Cara Memilih untuk Bisnis Anda
Edukasi

POS resto dan POS retail punya kebutuhan berbeda: meja, split bill, resep/HPP vs barcode dan stok multi-outlet. Simak cara memilihnya.

HRMS adalah: Pengertian, Modul, dan Bedanya dengan Aplikasi Payroll
Edukasi

HRMS adalah sistem yang menyatukan presensi, cuti, payroll, rekrutmen, dan penilaian kinerja. Simak modulnya dan bedanya dengan aplikasi payroll.

Sales Distributor App: Fitur Wajib untuk Tim Sales Keliling dan Distributor
Edukasi

Sales distributor app membantu tim kanvas keliling: check-in GPS, order taking offline, cek stok, AR, sampai laporan real-time yang nyambung ke ERP.

Artikel Terkait dari Kategori Lain

PSAK 238 Aset Takberwujud dan Pengukurannya

Panduan praktis PSAK 238 untuk software, lisensi, merek, dan aset takberwujud lain dalam laporan keuangan.

PSAK 219 Imbalan Kerja untuk Perusahaan

Panduan memahami PSAK 219, mulai dari imbalan jangka pendek hingga kewajiban imbalan pascakerja.

Modul ERP Terkait

Berdasarkan artikel ini, modul Sopwer ERP berikut mungkin relevan dengan kebutuhan bisnis Anda: